Posted by
Sandekala
In:
sandekala
http://www.4shared.com/mp3/N83FpO6Q/Sandekala___Sujud_Terakhir.html
Sandekala _ Sujud terakhir (lyric)
"Dalam sembah sujud terakhirku, Ku teriakkan Asma-Mu...
Agar runtuh dinding kesombongan dan keangkuhan di dalam hati..."
"Dalam sembah sujud terakhirku, Ku menangis Ya Tuhanku...
Biar kering air mata ini namun basah ladang hati yang gersang..."
Ku melihat semua dosa yang terus membayangi ku
Hitam dan legam mencengkeram jiwa yang lusuh
Di setiap tetesan air mata penyesalan jatuh
Takkan bisa menghapus rasa sesal dan dosa-dosa ku...
Sandekala _ Sujud terakhir (lyric)
"Dalam sembah sujud terakhirku, Ku teriakkan Asma-Mu...
Agar runtuh dinding kesombongan dan keangkuhan di dalam hati..."
"Dalam sembah sujud terakhirku, Ku menangis Ya Tuhanku...
Biar kering air mata ini namun basah ladang hati yang gersang..."
Ku melihat semua dosa yang terus membayangi ku
Hitam dan legam mencengkeram jiwa yang lusuh
Di setiap tetesan air mata penyesalan jatuh
Takkan bisa menghapus rasa sesal dan dosa-dosa ku...
This entry was posted on 02.57
and is filed under
sandekala
.
You can follow any responses to this entry through
the RSS 2.0 feed.
You can leave a response,
or trackback from your own site.
Posted on
-
0 Comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)












Dalam persahabatan yang tanpa kata, segala pikiran, harapan dan keinginan terungkap dan terangkum bersama – menyimpan keutuhan. Ketika tiba saat perpisahan, jangan kalian berduka, sebab apa yang kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih cemerlang dari kejauhan – seperti gunung yang tampak lebih agung terlihat dari padang dan daratan. Jangan ada tujuan lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya jiwa. Karena cinta kasih yang masih mengandung pamrih hanyalah jaring yang ditebarkan ke udara – hanya menangkap kekosongan semata.,.







0 komentar:
Posting Komentar